Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2022

Maaf Semesta

PAGI  ini rintik air dari langit jatuh membasahi Bumi. Derasnya masih terasa perih, atmosfer nampaknya juga tengah menggambarkan sedih, bahkan bulir bening yang semula tertahan juga turut lolos membasahi pipi. Maaf semesta, aku tidak sekuat itu. Sudah terlalu banyak yang aku pikul, sampai tubuh pun ikut terasa remuk seperti habis dipukul. Planet Merah, Mars.

Hari Itu Patah

LUKANYA  masih menganga, hendak patah karena kecewa. Lagi-lagi karena berekspektasi tinggi tentang dunia. Ternyata benar, batas puas manusia tidak pernah ada. Akhirnya jatuh sendiri. Sulit bangkit, dan harus memulai lagi dengan mendahulukan tangis. Tidak apa, rasa adalah teman. Ia ada karena Tuhan.  Dari Planet Merah, Mars–sha untuk dirinya sendiri.

Hari Ini Tidak Bahagia, Bukan Berarti Tidak Akan

KEHIDUPAN  itu tergantung bagaimana matamu memandang, dan pola pikirmu berjalan. Bumi memang beredar di satu garis yang sama, tapi kehidupan manusia antara satu dengan yang lain tidak. Hidup memang keras, bahkan sangat. Terkadang pun dituntut untuk menjadi kuat, tapi jangan lupakan bahwa kamu adalah tokoh utama yang akan berperang melawannya karena hidup ini pertarungan sejak kamu dilahirkan. Jangan berekspektasi tinggi tentang bahagia. Karena hidup tidak hanya berporos di sana. Renungi saja keluh kesahnya. Nikmati, jalani, kemudian syukuri bagaimana kisahnya. Dari Planet Merah, Mars–sha untuk dirinya sendiri.