LUKANYA masih menganga, hendak patah karena kecewa. Lagi-lagi karena berekspektasi tinggi tentang dunia. Ternyata benar, batas puas manusia tidak pernah ada. Akhirnya jatuh sendiri. Sulit bangkit, dan harus memulai lagi dengan mendahulukan tangis.
Tidak apa, rasa adalah teman. Ia ada karena Tuhan.
Dari Planet Merah, Mars–sha untuk dirinya sendiri.
Komentar
Posting Komentar