Semesta memang selalu punya banyak cara untuk menempatkan kita sebagai tokoh utama pada sebuah cerita. Sebenarnya, aku terlalu malas untuk membahas yang sudah-sudah, tapi hari ini orang lama yang tak sengaja bertatap sapa denganku membuka kembali buku berisi kenangan yang sudah lama aku tutup itu. Kita bertemu lagi. Padahal aku sudah berani membiarkan rasa rindu itu membara tanpa bertemu pemiliknya. Karena aku pun tetap bisa menyukainya tanpa berkomunikasi sekalipun. Ya karena aku sadar bahwa kita tidak bisa menghalangi seseorang untuk bersama pilihannya. Huh , kita tidak bisa memaksa ia untuk tetap sama-sama hanya karena kita setia. Apalagi karena banyak memiliki kesamaan. “Pertemuan kali ini harus nanya kabar, ya?” tanyanya membuyarkan semua rasa canggung yang mengelilingi kita. Haha, sangat lucu. Dia berlagak seperti orang yang tak pernah menggoreskan apa pun. Meskipun sudah nggak apa-apa, tapi ... rasanya masih beda! Aku bisa memaafkan semua kesalahannya, tapi aku masih kesusa...
Komentar
Posting Komentar