PADA akhirnya sekuat apa aku berlari, rasa itu tetap kembali. Benar kata orang, terkadang kisah yang singkat biasanya menyimpan kenangan yang begitu hebat. Walaupun bertemu dengannya termasuk ketidaksengajaan yang menyakitkan.
Eh, tidak-tidak. Bertemu dengannya bukan hal menyakitkan. Sebab yang menjadikannya sakit karena aku terlalu melambung hingga menimpa ekspektasi sendiri. Hari ini, aku masih berharap kisahnya belum usai meskipun bukunya terlihat sangat usang. So, how do I tell you if I miss you saat komunikasi itu sudah benar-benar (aku harap bukan benar-benar) putus?
Jika tidak bisa, tolong berikan aku cara bagaimana untuk berhenti jika memulai saja belum.
Mars, in time 18:12 pm.
Komentar
Posting Komentar