Langsung ke konten utama

Pengagum Sepi

PEOPLE come and go. Ikhlaskan orang-orang yang telah pergi. Untuk yang masih bertahan, berhenti berekspektasi tinggi. Bisa jadi esok ia ikut pergi.

Ya, hidup singkat, sih, tapi kamu berhak membatasi diri dengan hal-hal yang membuat kamu asing, bahkan sakit. Sepi tidak membuat kamu mati. Paling tekanan batin, tapi jangan khawatir. Tuhan sudah atur semua yang terbaik. 

Atau ... pengagum sepi memang hanya diisi oleh orang-orang yang kepalanya sudah terlalu berisik?

Mars.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Katanya

ORANG bilang mereka menyukai hujan, tapi tidak jarang dari mereka memilih berteduh untuk menghindar dari tetesannya. Satu hal yang ternyata membuat saya paham bahwa: terkadang hal sesederhana itu tidak mesti diterima dengan baik oleh tubuh. Artinya, mungkin mereka bisa leluasa menyukai sesuatu, tapi mereka juga tidak lupa bahwa dunia memiliki kenyataan yang harus ditempuh. Jadi, segala sesuatu memang tidak bisa dipaksakan oleh kehendak manusia itu sendiri, ‘ kan ? Meanwhile, Mars.

Sampai Sana Cukup

Semesta memang selalu punya banyak cara untuk menempatkan kita sebagai tokoh utama pada sebuah cerita. Sebenarnya, aku terlalu malas untuk membahas yang sudah-sudah, tapi hari ini orang lama yang tak sengaja bertatap sapa denganku membuka kembali buku berisi kenangan yang sudah lama aku tutup itu. Kita bertemu lagi. Padahal aku sudah berani membiarkan rasa rindu itu membara tanpa bertemu pemiliknya. Karena aku pun tetap bisa menyukainya tanpa berkomunikasi sekalipun. Ya karena aku sadar bahwa kita tidak bisa menghalangi seseorang untuk bersama pilihannya. Huh , kita tidak bisa memaksa ia untuk tetap sama-sama hanya karena kita setia. Apalagi karena banyak memiliki kesamaan. “Pertemuan kali ini harus nanya kabar, ya?” tanyanya membuyarkan semua rasa canggung yang mengelilingi kita.  Haha, sangat lucu. Dia berlagak seperti orang yang tak pernah menggoreskan apa pun. Meskipun sudah nggak apa-apa, tapi ... rasanya masih beda! Aku bisa memaafkan semua kesalahannya, tapi aku masih kesusa...